BLANTERVIO103

Tentang Pamit dan Segalanya

Tentang Pamit dan Segalanya
Sunday, March 15, 2020
Setelah kepergian kamu, aku betul-betul sadar bahwa dunia ini akan terus berputar agar manusianya dapat belajar. Tidak ada cerita yang selamanya akan menyedihkan, tidak ada pula yang terus menerus selalu bahagia. Kita butuh kedua nya, kita butuh luka, maupun canda tawa

Andai dulu aku bersedia melunakan egoku sedikit saja, andai dulu aku bersedia untuk sabar sedikit saja. Atau bahkan menunggu segalanya mereda, agar kita dapat sedikit celah. Namun sayang kau tidak mengindahkan nya, bahkan sedikitpun.

Dulu kamu bilang 'berpisah' adalah jalan yang paling baik, meskipun waktu itu aku tidak benar benar yakin dan percaya mungkin itu memang jalan terbaik nya.

Aku yakin yang ada di kepalamu hanya tentang pergi dan meninggalkan. Pergi menemui yang baru dan meninggalkan ku yang padahal kamu sudah ku anggap sebagai rumah.

Dan kamu.... yang memilih untuk pergi, yaudah gapapa. Dari sana aku belajar aku gaboleh egois untuk meminta kamu tetap disini. Terus menerus sama aku padahal belum tetu juga buat kamu bahagia.

Entah ini salahmu yang terlalu terburu buru mengambil keputusan, atau mungkin salahku yang terlalu berharap bahwa kau akan selalu bersedia bertahan.

Sungguh yang aku sesali bukan kepergianmu. Melainkan kenyataan bahwa seharusnya kita bisa bersama lebih lama, namu kau memilih jalan yang harus membuat bahagia kita di jalan yang berbeda

Awalnya mungkin berat untuk mengikhlaskan. Namun, akan tetapbku usahakan. Rasanya ingin sekali cepat untuk mengikhlaskan. Namun kita tau mengikhlaskan itu tidak bisa dipastikan dengan panjang nya waktu yang telah lalu. Akan ada masanya, hati kita sudah baik baik saja walaupun mengingat perihal kecewa maupun luka yang dulu. Mungkin inilah ikhlas yg sesungguh nya. Sudah ya, selamat berbahagia, ikhlasku bukan hanya untuk kebahagiaan mu saja, namun bahagiaku juga. Terimakasih, sebelumnya.
Share This Article :
DANNYS

TAMBAHKAN KOMENTAR

5838955342333883808